Loading...

Minggu, 21 Maret 2010

ALAT PERNAPASAN MANUSIA

Pada Gambar di bawah ini terlihat alat pernapasan manusia, yakni berupa :
a) hidung,
b) tekak (faring),
c) pangkal tenggorok (laring),
d) batang tenggorok (trakea),
e) cabang batang tenggorok (bronkus),
f) anak cabang batang tenggorok (bronkiolus), dan
g) paru-paru (pulmo).
KETERANGAN MASING-MASING ALAT PERNAPASAN
A. HIDUNG

Di dalam rongga hidung terdapat selaput lendir dan bulu-bulu hidung. Bernapas sebaiknya malalui hidung. Jika bernapas melalui hidung, maka ada beberapa keuntungan yang kita peroleh, yaitu sebagai berikut :
1. udara yang masuk menjadi bersih karena terlabih dahulu disaring oleh bulu-bulu hidung selaput lendir.
2. Udara yang masuk mengalami penyesuaian suhu sesuai dengan panas tubuh kita.
3. Udara yang masuk mengalami penyesuaian kelembapan sesuai dengan kondisi tubuh.
B. FARING
Faring merupakan saluran pernapasan yang berada pada lintasan makanan dan udara., dimulai dari akhir lubang hidung hingga daerah awal laring (pangkal tenggorok). Pada daerah ini kadang-kadang terjadinya kemacetan makanan apabila mekanisme klep atas dan bawah (selaput lunak langit-langit atas dan epiglottis pada bagian bawah) terganggu. Gangguan tersebut dapat diakibatkan karena bicara atau bernapas saat sedang makan, yang disebut tersedak.
C. LARING

Laring merupakan daerah kotak suara dengan selaput suara. Pada laring terdapat katup pangkal tenggorok (epiglottis) dan tulang-tulang rawan yang membentuk jakun. Epiglottis berguna untuk menutup laring sewaktu kita menelan makanan. Dengan demikian, makanan kita tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. Pada laring juga terdapat cairan yang berguna untuk menangkap debu dan kotoran yang masuk. Bila udara yang kotor dan mengandung banyak kuman terbawa masuk ke saluran pernapasan, maka dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada laring yang disebut laringitis (radang laring). Bila infeksi cukup parah, maka dapat mengakibatkan selaput suara membengkak dan akhirnya suara menjadi serak atau hilang sama sekali.

D. TRAKEA

Batang tenggorok (trakea) terletak di depan kerongkongan (saluran makanan). Batang tenggorok tersusun dari tulang-tulang rawan yang berbentuk cincin. Dinding sebelah dalam tenggorok mempunyai selaput lendir yang sel-selnya berambut getar. Selapu lendir dan rambut getar berfungsi untuk menahan dan mengeluarkan udara kotor (debu) agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Batang tenggorok bercabang dua, yaitu ke kanan menuju paru-paru kanan dan ke kiri menuju paru-paru kiri.
E. BRONKUS
Cabang batang tenggorok (bronkus) tersusun dari tulang-tulang rawan yang berbentuk cincin.
F. BRONKIOLUS
Anak cabang batang tenggorok (bronkiolus) mengambil percabangan sesuai dengan jumlah gelambir paru-paru. Bronkiolus yang menuju paru-paru kanan bercabang 3, sedangkan yang menuju paru-paru kiri bercabang 2. Pada ujung bronkiolus terdapat gelembung yang sangat kecil.
G. PULMO
Paru-paru (pulmo) terletak di dalam rongga dada di atas diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut). Paru-paru manusia ada sepasang, sebelah kanan dan kiri. Pada bagian kiri terdiri atas 2 gelambir (lobus), sedangkan pada bagian kanan terdiri atas 3 gelambir. Paru-paru terbungkus oleh suatu selaput paru-paru (pleura). Pleura ada 2 lapisan dan di antara keduanya terisi oleh suatu cairan. Cairan tersebut berguna untuk melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis. Di dalam paru-paru terdapat penting yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara (oksigen dan karbondioksida), yaitu alveolus. Dalam paru-paru ada sekitar 300 juta alveolus. Setiap alveolus diselubungi oleh pembuluh darah yang membentuk jaring.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar